Inovasi Kami
SI RUBI
Kota Surabaya dikenal sebagai barometer toleransi dan keberagaman di Indonesia. Sebagai kota metropolitan dengan demografi yang sangat heterogen—terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan—Surabaya memikul tanggung jawab besar dalam merawat kerukunan sosial. Dalam konteks ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya memiliki mandat strategis untuk menjaga stabilitas daerah, membina organisasi kemasyarakatan (Ormas), serta memperkuat wawasan kebangsaan. Namun, di era Revolusi Industri 4.0, tantangan dalam mengelola keberagaman semakin kompleks. Arus informasi yang cepat sering kali membawa residu berupa hoaks, ujaran kebencian, dan potensi gesekan sosial yang jika tidak dideteksi secara dini (early warning system) dapat mengganggu kondusivitas kota. Saat ini, pengelolaan data terkait kebangsaan, inventarisasi Ormas, serta pelaporan potensi konflik sering kali masih dilakukan secara manual atau terparsial, sehingga menghambat kecepatan pengambilan keputusan. Berangkat dari urgensi tersebut, diperlukan sebuah transformasi digital yang mampu mengintegrasikan seluruh layanan kebangsaan dalam satu wadah terpadu. Inovasi ini diwujudkan melalui SIRUBI (Sistem Informasi Rumah Bhineka). Nama "Rumah Bhineka" dipilih untuk merepresentasikan filosofi bahwa sistem ini adalah "rumah" digital bagi seluruh elemen masyarakat Surabaya untuk merawat persatuan di tengah perbedaan.