Inovasi Kami
SI ACI
Di era disrupsi informasi dan globalisasi saat ini, tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa semakin kompleks. Kota Surabaya, sebagai Kota Pahlawan dan salah satu barometer stabilitas nasional, tidak luput dari ancaman degradasi nilai-nilai kebangsaan, penyebaran paham radikalisme, serta potensi konflik sosial yang dapat muncul dari gesekan antarorganisasi masyarakat. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya memiliki mandat strategis untuk memelihara stabilitas politik dalam negeri dan ketahanan sosial. Namun, pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pengelolaan administrasi kebangsaan, pembinaan Organisasi Masyarakat (Ormas/LSM), serta sosialisasi wawasan kebangsaan masih sering dilakukan secara manual dan konvensional. Hal ini mengakibatkan lambatnya pemutakhiran data (data updating), sulitnya pemantauan aktivitas organisasi secara real-time, serta kurang menariknya metode edukasi kebangsaan bagi generasi milenial dan Gen-Z. Berangkat dari permasalahan tersebut, Bakesbangpol Kota Surabaya menginisiasi sebuah terobosan digital melalui rancang bangun Sistem Informasi Aku Cinta Indonesia (SI ACI). Inovasi ini dirancang bukan sekadar sebagai alat administrasi, melainkan sebagai ekosistem digital yang mengintegrasikan layanan publik terkait perizinan ormas, deteksi dini konflik (Early Warning System), serta portal edukasi wawasan kebangsaan yang interaktif dan mudah diakses oleh warga Surabaya.
Inovasi Kami
SI RUBI
Kota Surabaya dikenal sebagai barometer toleransi dan keberagaman di Indonesia. Sebagai kota metropolitan dengan demografi yang sangat heterogen—terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan—Surabaya memikul tanggung jawab besar dalam merawat kerukunan sosial. Dalam konteks ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya memiliki mandat strategis untuk menjaga stabilitas daerah, membina organisasi kemasyarakatan (Ormas), serta memperkuat wawasan kebangsaan. Namun, di era Revolusi Industri 4.0, tantangan dalam mengelola keberagaman semakin kompleks. Arus informasi yang cepat sering kali membawa residu berupa hoaks, ujaran kebencian, dan potensi gesekan sosial yang jika tidak dideteksi secara dini (early warning system) dapat mengganggu kondusivitas kota. Saat ini, pengelolaan data terkait kebangsaan, inventarisasi Ormas, serta pelaporan potensi konflik sering kali masih dilakukan secara manual atau terparsial, sehingga menghambat kecepatan pengambilan keputusan. Berangkat dari urgensi tersebut, diperlukan sebuah transformasi digital yang mampu mengintegrasikan seluruh layanan kebangsaan dalam satu wadah terpadu. Inovasi ini diwujudkan melalui SIRUBI (Sistem Informasi Rumah Bhineka). Nama "Rumah Bhineka" dipilih untuk merepresentasikan filosofi bahwa sistem ini adalah "rumah" digital bagi seluruh elemen masyarakat Surabaya untuk merawat persatuan di tengah perbedaan.
Inovasi Kami
SI RUMI
Sistem Informasi Rumah Ibadah (Sirumi) adalah aplikasi berbasis web yang dikembangkan untuk manajemen informasi tentang rumah ibadah di kota Surabaya dan mendigitalisasi proses administrasi permohonan surat rekomendasi rumah ibadah oleh Pengurus Rumah Ibadah kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Sistem ini memudahkan masyarakat dalam mencari informasi terkait rumah ibadah dan mentransformasi alur kerja konvensional menjadi sirkulasi digital untuk dokumen permohonan surat rekomendasi rumah ibadah, mulai dari proposal permohonan, susunan pengurus rumah ibadah, dukungan masyarakat beserta KTP, pengguna rumah ibadah beserta KTP, foto rumah ibadah, dan surat pernyataan tidak ada konflik pengurus, yang kemudian akan dilakukan verifikasi dan survey lokasi rumah ibadah untuk memvalidasi dokumen permohonan, hinggal dilaksanakan rapat pleno oleh FKUB hingga terbitnya surat rekomendasi rumah ibadah oleh FKUB.
Inovasi Kami
SI ORMAS
Di era Revolusi Industri 4.0 dan transisi menuju Society 5.0, digitalisasi pelayanan publik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Pemerintah Kota Surabaya, sebagai salah satu pelopor Smart City di Indonesia, terus berkomitmen untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, dan akuntabel. Dalam konteks kehidupan demokrasi, peran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) sangat vital sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan dan penjaga kohesi sosial. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya memiliki tugas pokok dan fungsi strategis dalam melakukan pembinaan, pelayanan, dan pengawasan terhadap keberadaan Ormas. Namun, berdasarkan evaluasi kinerja pelayanan, proses pengelolaan data dan administrasi Ormas saat ini masih menghadapi beberapa kendala klasik. Pendataan yang dilakukan secara manual atau semi-digital seringkali mengakibatkan data yang tidak real-time, risiko duplikasi data, serta lambatnya proses penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atau surat lapor keberadaan. Selain itu, masyarakat dan pemangku kepentingan seringkali kesulitan mendapatkan akses informasi yang valid mengenai legalitas dan aktivitas Ormas di wilayah Surabaya. Ketiadaan basis data terintegrasi menyulitkan pemerintah dalam melakukan pemetaan potensi konflik maupun pemetaan potensi kemitraan strategis. Berangkat dari permasalahan tersebut, Bakesbangpol Kota Surabaya menginisiasi sebuah terobosan inovatif berupa rancang bangun SIORMAS (Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan).
Inovasi Kami
SI PENA
Sistem Informasi Pencatatan Arsip (SIPENA) adalah aplikasi berbasis web yang dikembangkan secara khusus untuk lingkungan internal kantor guna mendukung digitalisasi dan tata kelola kearsipan. Aplikasi ini dirancang untuk memfasilitasi seluruh pegawai, baik ASN (PNS atau P3K) maupun P3K Paruh Waktu, dalam melakukan pencatatan, penyimpanan, dan penelusuran kembali arsip secara digital.
Inovasi Kami
SIMBA
Di era Revolusi Industri 4.0 dan transisi menuju Society 5.0, transformasi digital dalam pengelolaan aset dan barang milik daerah bukan lagi sekadar kebutuhan pendukung, melainkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Pemerintah Kota Surabaya, sebagai salah satu pelopor Smart City di Indonesia, terus mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan efisiensi internal organisasi perangkat daerah. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan politik daerah, yang dalam pelaksanaannya didukung oleh pengelolaan sarana dan prasarana, perlengkapan operasional, serta aset penunjang kegiatan kelembagaan. Namun, berdasarkan hasil evaluasi internal, pengelolaan barang dan aset di lingkungan Bakesbangpol masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti pencatatan inventaris yang dilakukan secara manual atau terpisah, keterbatasan dalam pemantauan kondisi dan status barang secara real-time, serta potensi ketidaksesuaian data antara catatan administrasi dan kondisi fisik di lapangan. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya proses perencanaan kebutuhan barang, pengawasan penggunaan aset, serta penyusunan laporan inventaris yang akurat dan tepat waktu. Selain itu, keterbatasan sistem terintegrasi juga menyulitkan pimpinan dan pemangku kepentingan dalam memperoleh informasi yang komprehensif sebagai dasar pengambilan keputusan strategis terkait pengelolaan barang milik daerah. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Bakesbangpol Kota Surabaya menginisiasi sebuah terobosan inovatif melalui pengembangan SIMBA (Sistem Informasi Manajemen Barang). SIMBA dirancang sebagai platform digital terintegrasi yang mendukung proses pendataan, pengelolaan, pemantauan, dan pelaporan barang secara sistematis dan real-time. Melalui implementasi SIMBA, diharapkan tercipta tata kelola manajemen barang yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendukung terwujudnya prinsip good governance di lingkungan Bakesbangpol Kota Surabaya.